0

Tips Terhindar dari Penyakit Kanker

Posted by Unknown on 7:02 AM
Penyakit kanker merupakan penyakit yang cukup mematikan, untuk itu disini saya akan berbagi beberapa tips untuk membantu agar terhindar dari penyakit kanker.

Thomas A. Sellers, PhD, direktur pencegahan dan pengendalian kanker di Moffitt Cancer Center, Tampa yang mengatakan 70 persen penyebab kanker bisa dihindari karena berkaitan dengan gaya hidup.

Namun penelitian berikutnya mengungkapkan banyak hal kecil namun mengejutkan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit ini menyerang tubuh Anda.

Untuk lebih jelasnya, simak 12 cara mudah untuk terbebas dari risiko kanker seperti dilansir dari prevention, Jumat (1/6/2012) di bawah ini.

1. Saring Air Keran di Rumah
Dengan memberi filter pada air keran di rumah, maka Anda akan mengurangi risiko terpapar bahan kimia yang diketahui atau diduga mengandung karsinogen dan bahan kimia pengganggu hormon lainnya.

Sebuah laporan dari President's Cancer Panel dan Environmental Working Group tentang cara mengurangi paparan karsinogen menunjukkan bahwa air keran yang difilter di rumah terbukti lebih aman daripada air botolan yang kualitasnya seringkali tidak lebih tinggi, bahkan dalam beberapa kasus lebih buruk daripada sumber air kota.

Simpan air dalam wadah berbahan stainless steel atau kaca untuk menghindari kontaminan kimia seperti BPA yang bisa didapatkan dari botol plastik.

2. Sebelum Dipanggang, Rendam Dulu Dagingnya
Daging olahan yang hangus dan matang bisa mengandung senyawa kimia penyebab kanker bernama heterocyclic amines (HCA) yang terbentuk ketika daging dibakar pada suhu tinggi dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) yang masuk ke dalam makanan ketika arangnya dibakar.

"Rekomendasi untuk mengurangi konsumsi daging panggang memang benar-benar didasari bukti ilmiah yang solid," kata Cheryl Lyn Walker, PhD, profesor karsinogenesis di Universitas Texas M.D. Anderson Cancer Center.

Kalaupun Anda memanggang daging, rendam daging ke dalam air berisi rosemary dan thyme setidaknya satu jam sebelum dipanggang.

Menurut penelitian dari Kansas State University, bumbu-bumbu kaya antioksidan itu dapat memotong HCA-nya hingga 87 persen.

3. Minum Kopi Setiap Hari
Orang yang minum kopi berkafein 5 cangkir atau lebih dalam sehari memiliki penurunan risiko kanker otak sebesar 40 persen seperti dikutip dari sebuah studi di Inggris pada 2010. Kebiasaan minum kopi 5 cangkir perhari ini mengurangi risiko kanker tenggorokan dan mulut.

Namun kopi memberikan perlindungan yang lebih kuat melawan kanker dibandingkan teh, yang dikatakan para peneliti Inggris juga menawarkan perlindungan terhadap kanker otak.

4. Banyak-banyak Minum Air Putih
Minum banyak air dan cairan lain bisa mengurangi risiko kanker kandung kemih dengan cara mengencerkan konsentrasi agen penyebab kanker dalam urin dan membantu mengeluarkannya lebih cepat. Menurut American Cancer Society, minumlah air minimal 8 gelas sehari.

5. Tambah Asupan Sayuran Anda
Jika Anda ingin membuat salad, pilihlah bahan-bahan yang warnanya hijaunya paling gelap. Klorofil yang memberi sayuran warna hijau itu sarat dengan magnesium. Menurut beberapa studi, senyawa itu bisa menurunkan risiko kanker usus besar pada wanita.

"Magnesium mempengaruhi proses pemberian sinyal pada sel-sel dalam tubuh dan tanpa jumlah asupan magnesium yang benar, sel-sel itu mungkin akan melakukan berbagai hal seperti membelah dan berkembang biak tanpa terkendali," ujar Walker. Hanya setengah cangkir bayam matang saja memberikan asupan 75 mg magnesium atau 20 persen dari nilai hariannya.

6. Ngemil Kacang Brazil
Kacang brazil merupakan salah satu sumber selenium, antioksidan yang menurunkan risiko kanker kandung kemih pada wanita berdasarkan penelitian dari Dartmouth Medical School.

Penelitian lain menemukan bahwa orang yang memiliki selenium berkadar tinggi memiliki risiko kematian lebih rendah dari penderita kanker paru-paru dan usus.

Para peneliti berpikir selenium tidak hanya melindungi sel dari kerusakan radikal bebas tetapi dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan menekan pembentukan pembuluh darah yang memberi makan tumor penyebab kanker.

7. Jangan Pakai Pengering Cucian
Sebuah pelarut yang dikenal sebagai PERC (singkatan dari perkloroetilena) yang digunakan dalam pengering tradisional dapat menyebabkan kanker hati dan ginjal serta leukemia.

Bahaya utamanya bisa terjadi pada para pekerja laundry yang menangani bahan kimia atau pakaian, meskipun para ahli belum menyimpulkan bahwa konsumen juga berisiko terserang kanker.

Alternatif untuk mengurangi paparan racun dari pengering: Cuci pakaian dengan tangan dan sabun lembut dan keringkan dengan udara, setelah itu bersihkan tempat cucinya dengan cuka putih.

8. Kurangi Penggunaan Ponsel
Gunakan ponsel Anda hanya untuk panggilan pendek atau SMS-an, bisa juga dengan menggunakan perangkat hands-free yang mengurangi pancaran frekuensi radio dari kepala Anda.

Meskipun bukti bahwa ponsel mampu meningkatkan risiko kanker otak "tidaklah konsisten dan konklusif", ungkap laporan President's Cancer Panel. Namun sejumlah review terhadap beberapa studi menunjukkan adanya kaitan diantara keduanya.

9. Blokir Sinar Matahari dengan Baju Berwarna
Memilih pakaian tertentu saat Anda keluar rumah dengan bijaksana dapat membantu melindungi Anda dari kanker kulit, kata para ilmuwan Spanyol. Dalam penelitiannya, baju berwarna biru dan merah menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap sinar UV daripada baju berwarna putih dan kuning.

Jangan lupa juga untuk memakai topi, meskipun melanoma bisa saja muncul dimanapun di tubuh Anda namun sebagian besar terjadi pada bagian tubuh yang terpapar sinar matahari. Peneliti dari University of North Carolina di Chapel Hill telah menemukan bahwa orang yang mengidap melanoma di kulit kepala atau leher berisiko meninggal hampir dua kali daripada penderita kanker di bagian tubuh lainnya.

10. Makan Makanan Bersih
President's Cancer Panel merekomendasikan untuk membeli daging bebas antibiotik dan hormon tambahan yang diduga menyebabkan masalah endokrin, termasuk kanker.

Laporan ini juga menyarankan agar Anda membeli produk makanan yang ditumbuhkan tanpa pestisida. Kalaupun tidak ada, belilah bahan makanan biasa lalu cucilah bahan makanan itu secara menyeluruh untuk menghilangkan residunya. (Bahakan makanan dengan pestisida paling banyak seperti seledri, buah persik, stroberi, apel dan blueberry)

"Setidaknya 40 jenis karsinogen banyak ditemukan dalam pestisida dan kita benar-benar harus mencoba untuk mengurangi paparannya," tambah Sellers. - 12 Tips Agar Terhindar Dari Resiko Kanker.


0

Hasil Survey Online

Posted by Unknown on 6:33 AM

Dalam mengikuti mata kuliah Psikologi, saya diberikan tugas untuk melakukan survey online sederhana yang berkaitan dengan mata kuliah Psikologi Pendidikan. Topik yang saya ambil adalah "Kelas tidak kondusif, nyamankah anda ?". Ruang sampel yang saya ambil adalah mahasiswa TI USU. Berikut adalah hasil analisis survey yang saya lakukan :

1. Menurut anda seperti apa kondisi kelas yang disebut kondusif ?
dari pertanyaan ini ata - rata responden menjawab bahwa kondisi kelas yang kondusif adalah kelas yang didalamnya tidak ada keributan dan setiap mahasiswa/mahasiswi mengikuti peraturan yang ada. nyaman,fasilitas lengkap dan interaksi antar dosen dengan mahasiswa terjalin dengan baik, rapi dan bersih.



2. Kelas yang ribut akan mengganggu konsentrasi baik mahasiswa ataupun dosen


3. Berikan alasan terhadap jawaban anda pada no. 2
pada pertanyaan ini rata - rata responden menjawab karena ketika suasana ribut konsenterasi akan pelajaran akan buyar, terutama bagi yang duduk dibelakang, mereka akan sangat sulit berkonsentrasi, namun yang bersikap netral beralasan bahwa itu tergantung pribadi masing - masing, karena tingkat konsentrasi orang berbeda, mungkin ada yang dapat terus berkonsentrasi walaupun kelas ribut

4. Untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif, harus diberikan peraturan tegas


5. Jika anda tidak setuju atau netral, mengapa ?
pada pertanyaan ini responden yang bersikap netral beralasan karena setegas apapun peraturan dibuat jika orang tersebut mempunyai pribadi yang keras kepala atau pribadi yang memang susah untuk diatur, tetap saja kelas yang ribut akan terus tercipta

6. menurut anda, bagaimana cara untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif 
dari pertanyaab ini, rata - rata responden menjawab dimulai dari fasilitas, setiap mahasiswa harus menjaga ketertiban masing - masing tanpa perlu diperingatkan kembali untuk membuat kelas terasa nyaman dan kemudian memberikan contoh kepada teman - teman yang lain dan diberikan peraturan tegas dari dosen sehingga mahasiswa takut untuk melanggarnya

Berdasarkan hasil survey tersebut saya berhasil menyimpulkan bahwa, rata - rata seorang mahasiswa tidak akan bisa berkonsentrasi penuh kepada pelajaran dikarenakan suasana yang tidak kondusif, dan harus ada sebuah sanksi tegas yang diberlakukan untuk menciptakan kelas yang kondusif sehingga kegiatan belajar mengajar akan terjalin dengan baik, dan fasilitas juga cukup berpengaruh dalam menciptakan kondisi kelas yang kondusif, jika fasilitas tidak baik setertib apapun mahasiswa, mereka tetap tidak dapat belajar secara baik

Testimoni
Awalnya saya merasa bingung atas tugas pembuatan survey ini dikarenakan saya belum pernah sekalipun melakukan tugas seperti ini dan saya ragu apakah tugas ini akan saya selesaikan dengan baik dan tepat waktu. Akhirnya saya membaca beberapa refrensi tentang bagaimana cara untuk membuat survey dan meminta pendapat dari teman - teman yang telah menyelesaikan tugas ini terlebih dahulu.
Banyak pengalaman yang saya dapat dari tugas ini, dan saya berharap untuk dapat melakukan survey online kembali tentunya dengan menghasilkan output yang jauh lebih baik lagi 

0

Teori Belajar (Updated)

Posted by Unknown on 9:16 PM
Teori Belajar Observasional

Kelompok 10
101402082 - Zuhairi Rahmad
111402023 - Ilhammudin Hasibuan
111402035 - Nurul fatihah
111402083 - Indera Surya Satria
111402087 - Boi M. Hutagaol



Teori Belajar Observasional adalah proses belajar yang muncul sebagai fungsi dari pengamatan, penguasaan dan, dalam kasus proses belajar imitasi, peniruan perilaku orang lain. Di dalamnya ada proses belajar meniru atau menjadikan model tindakan orang lain melalui pengamatan terhadap orang tersebut.
Salah satu tokoh yang mengemukakan teori belajar ini adalah Albert Bandura,
yang mengatakan :

"Learning would be exceedingly laborious, not to mention hazardous, if people had to rely solely on the effects of their own actions to inform them what to do. Fortunately, most human behavior is learned observationally through modeling: from observing others one forms an idea of how new behaviors are performed, and on later occasions this coded information serves as a guide for action."
-Albert Bandura, Social Learning Theory, 1977

Bandura memandang bahwa prilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis terhadap stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat dari reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Dalam hal ini belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan contoh prilaku (modeling)

Prosedur dalam teori belajar ini adalah
1. Conditioning
     Proses belajar dimana setiap perilaku yang dilakukan akan mendapat sebuah 'reward' (penghargaan) atau  'punishment' (hukuman) sehingga seseorang akan berpikir apa yang akan ia dapatkan setelah perilaku tersebuat ia lakukan dan membantunya untuk memutuskan perilaku apa yang akan ia buat
contohnya ketika seorang designer website diberikan tugas untuk membuat design sebuah logo dengan cara manual, ia akan berpikir apa yang akan ia dapatkan jika tugas itu ia kerjakan dan apa yang akan ia dapatkan jika ia tidak mengerjakan tugas tersebut. Sehingga nantinya ia akan memutuskan untuk melakukan tugas tersebut agar mendapatkan sebuah reward

2. Imitation
     Proses belajar dimana perilaku yang dilakukan ialah hasil dari meniru perilaku yang dilakukan oleh orang lain,
contohnya tugas design logo website secara manual yaitu menggunakan coding adalah hal rumit bagi seseorang yang belum pernah melakukannya, ketika ia melihat ada orang lain yang dengan mudah melakukannya dan menghasilkan design logo website yang bagus, ia akan meniru apa yang dilakukan orang tersebut sehingga ia dapat menghasilkan sebuah design logo website yang sama bagusnya

2 prosedur diatas sangatlah berkaitan, ketika seseorang melihat hasil dari perilaku orang lain yang menghasilkan sebuah reward, disaat itu ia juga melakukan proses belajar conditioning. dari hasil proses belajar conditioning tersebut, ia akan melakukan apa yang orang lain lakukan demi mendapatkan sebuah reward yang sama, dan disaat itu juga ia telah melakukan proses belajar imitation


Sumber Referensi
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar_sosial
2. http://rike-rikeriwayanti.blogspot.com/2010/11/konsep-dan-implikasi-teori-belajar.html
3. http://psychology.about.com/od/developmentalpsychology/a/sociallearning.htm



Testimoni
Teori belajar observasional ini merupakan teori belajar yang cukup efektif untuk dilakukan, namun tidak semua kalangan dapat dengan baik menerapkan teori ini, terutama bagi anak - anak, dikarenakan mereka belum dapat untuk menentukan sendiri apakah yang ia lakukan baik ataupun tidak. Mereka akan sangat tergantung terhadap lingkungan hidup mereka

0

Pengalaman Berkaitan dengan Sensasi dan Persepsi

Posted by Unknown on 10:19 PM

kali ini saya akan memberikan beberapa pengalaman yang pernah saya alami yang berkaitan dengan sensasi dan persepsi
tapi, sebelumnya saya akan menjelaskan secara singkat apa itu sensasi dan persepsi agar kalian semua mengerti dan ga terlalu pusing dengan 2 kata itu
Sensasi adalah proses manusia dalam menangkap stimuli melalui alat indra yang yang terdiri atas energi fisik seperti cahaya, suara, dan panas.
Persepsi adalah cara kita menginterpretasikan pesan yang telah diproses oleh sistem indrawi kita (sensasi)
berikut adalah beberapa pengalaman saya tentang sensasi dan persepsi

Pengalaman ini saya dapatkan ketika saya berlibur ke Bali. Ketika saya berlibur disana, saya melihat sebuah tempat spa di depan hotel yang bernama "Anggita Spa", di saat saya melihat nama itu saya merasakan sebuah sensasi dan persepsi dimana saya teringat seorang teman saya yang bernama anggita dan kebetulan dia menyukai kegiatan itu dan berpikir kalau tempat spa itu adalah kepunyaannya
kemudian saya menanyakan kepadanya tentang hal itu dan dia tertawa karena apa yang saya pikir salah, dan mulai saat itulah kami kembali lancar berkomunikasi stelah sblmnya kami jarang berkomunikasi karna suatu masalah, dan karena persepsi itu lah yang akhirnya membuat kami.... yaa u know lah apa yang terjadi hehe :D

Pengalaman berikutnya yang saya akan bagi ialah ketika saya berpergian ke suatu mall, di dalam lift mall tersebut saya melihat seseorang yang dari sikapnya dan fisikinya seperti orang yang saya kenal dan saya berpikir kalau mungkin itu temen saya ditambah lagi ketika saya tidak sengaja mencium parfum yang digunakan seseorang tersebut, sensasi tersebut kembali menambah keyakinan saya kalau dia adalah temen saya. Saya ingin menegurnya tapi saya masih ragu, saya tunggu hingga pintu lift terbuka dan orang tersebut keluar, ketika ia keluar ternyata orang tersebut bukan lah temen saya, saya tidak mengenal sama sekali orang tersebut
saya berpikir betapa malunya kalau didalam lift td saya menegurnya, pasti semua orang yang di dalam lift memperhatikan saya dan mereka mungkin juga akan berpikir klu saya aneh -___-

Pengalaman terakhir yang akan saya share adalah ketika di dalam lift sebuah mall, saya berdua dengan temen saya masuk ke dalam lift, lalu saya bertanya kepada teman saya, "kita mau ke lantai berapa ? " dia jawab "G" dengan pronounce "ji", disini saya berpikir. ji dalam bahasa hokkian berarti 2 dan dlm bahasa inggris artinya huruf G, karena dia setengah keturunan hokkian, persepsi saya yang dia maksud adalah 2
pintu lift lantai 2 pun terbuka, ketika 1 langkah kaki saya diluar pintu lift, dia menarik saya kembali ke dalam lift, saya bingung & sambil tertawa dia menjelaskan klu yang dia maksud ialah lantai G, dan eksprsi muka bodoh, polos, malu semua nyampur jadi 1
dan dia malah semakin ketawa ngliat tingkah saya yg lakukan itu ckck

Sekian pengalaman saya yang berkaitan dengan sensasi dan persepsi, semoga contoh dari pengalaman saya tadi dapat menambah ilmu kalian tentang apa itu sensasi dan persepsi
Jangan lah mempersepsikan secara langsung apa yang kita rasakan oleh panca indra kita sebelum kita mempunyai suatu fakta tambahan lain yang membuat kita semakin yakin terhadap apa yang kita pikirkan tersebut dan tetap lakukan apa yang telah kalian yakini
Dan maaf apabila terdapat kesalahan, namanya juga manusia, ga ada yang sempurna :D

0

4 Dampak Negatif "Gadget" pada Prestasi Anak

Posted by Unknown on 3:14 PM
 Gadget tidak hanya membuat anak cuek selama berjam-jam, tapi juga disinyalir dapat menurunkan prestasi anak kelak saat ia masuk jenjang sekolah. Ini sesuai dengan pengamatan sederhana Sekolah Putik Indonesia terhadap empat siswanya, yang duduk di kelas yang sama dan mendapat perlakuan sama.

Pengamatan ini dimulai sejak mereka duduk di kelas Dede (pendidikan untuk anak usia prasekolah). Tiga siswa memiliki usia yang sama yakni tiga tahun, sedangkan yang satu 2,5 tahun. Keempat siswa ini memiliki kemampuan sama, yang membedakan adalah hobinya.

Tiga siswa senang menggunakan gadget, sedangkan yang satu (berusia 2,5 tahun) lebih menyukai membaca dan tidak tergila-gila dengan gadget. Dalam kesehariannya, tiga siswa ini aktif memainkan gadget. Berdasarkan pengamatan perilaku di rumah, dari ketiga anak itu, satu anak bermain gadget secara tidak terkontrol, atau mendapat kebebasan penuh untuk menggunakan gadget. Sedangkan dua anak lainnya terkontrol. Artinya, mereka diizinkan menggunakan gadget namun ada batasan waktu, meski tidak terlalu ketat. Dalam artian bisa lebih dari satu jam, namun tetap tidak diberi kebebasan penuh.

Sepanjang mengikuti jenjang pendidikan di Sekolah Putik Indonesia, keempat siswa ini selalu satu kelas, sehingga sepanjang mengikuti pendidikan di sekolah, mereka mendapat perlakuan sama. Hasilnya, terlihat saat mereka duduk di bangku sekolah dasar. Prestasi tiga anak yang terpapar gadget terlihat menurun dibandingkan satu siswa yang tidak terpapar gadget.

Sementara, anak yang rajin membaca dan tidak terpapar gadget, prestasinya semakin baik, bahkan mampu melampaui anak-anak yang terpapar gadget. Menurut hasil pengamatan pihak sekolah, gadget dapat memengaruhi beberapa perkembangan dan prestasi belajar anak, yakni :

1. Mengalami penurunan konsentrasi.
Anak mengalami penurunan konsentrasi saat belajar. Konsentrasinya menjadi lebih pendek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Anak lebih senang berimajinasi seperti dalam tokoh game yang sering ia mainkan menggunakan gadget-nya.

2. Memengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan.
Ketika belajar, anak tidak mau mencari data dan tidak tertantang untuk melakukan analisis. Anak menginginkan sesuatu yang serba cepat dan langsung terlihat hasilnya. Ada pun proses untuk mencapai hasil akhir itu tidak dipedulikan.

3. Malas menulis dan membaca.
Gagdet menjadikan anak malas menulis dan membaca. Dengan perangkat gadget, maka aktivitas menulis menjadi lebih mudah, ini memengaruhi keterampilan menulis anak. Tak hanya itu, perangkat visual pun tampak lebih menarik dan menggoda, karena dapat memperlihatkan sesuai dengan kenyataan. Akibatnya anak-anak menjadi malas membaca. Sebab, membaca menuntut anak untuk mengembangkan imajinasi dari kesimpulan yang dibaca.

4. Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi.
Anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar serta tidak memahami etika bersosialisasi. Anak tidak tahu, bila ada banyak orang menginginkan sesuatu yang sama, maka wajib antre agar tertib. Ini terjadi karena anak tidak memahami adanya sebuah proses. Apa yang diinginkan harus segera ada dan terwujud, karena terbiasa mendapat pemahaman melalui games atau tontonan.

Copyright © 2009 Indera Surya Satria All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.